Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Minggu, 13 Oktober 2013

Nasi Ketan

"Sego sak kepel dirubung semut opo hayooo....."

Itu salah satu teka-teki di masa kecil. Artinya : nasi sebesar kepalan tangan yang dikerubutin semut . Jawabannya salak. Hehehe...
Meski ngobrolin sego sak kepel, kali ini bukan dirubung semut ya... tapi dibalut kelapa parut.
Ya... ini tentang nasi ketan. Ini salah satu masakan favorit Abi. Kalau aku bikin, kadang Abi mau mbekel ke kantor. Waah... ini udah semacam pujian tak terucapkan laah...
Tapi sayang, akhir-akhir ini susah mendapatkan beras ketan di warung langganan. Alhamdulillah, iseng-iseng nanya, kemarin ada. Harganya sekilo 15rebu boooo..... gapapalah, daripada beli matengnya, seiprit 1500an.

Buat yang belum pernah membuat, begini cara yang aku pelajari dari ibuku :

Bahan :
* ½kg beras ketan, cuci bersih, rendam dengan air dingin sekitar 2 jam. Kalau udah niat bikin ya rendam aja semalaman gak papa.
Cuci sekali lagi, tiriskan.
* kelapa parut dari setengah butir kelapa, bagi dua.
* sedikit garam, gula dan daun salam.

Cara membuat :
* kukus beras ketan selama kurleb 30 menit.
* menjelang ketan diangkat, didihkan segelas santan dari ¼ kelapa. Bubuhi daun salam dan gula pasir satu sendok makan. Sisihkan.
* pindahkan ketan yang sudah dikukus ke dalam wadah yang tidak berlubang. Tuangi santan panas sedikit demi sedikit sampai santan habis. Diamkan sebentar. Beras ketan nampak sedikit membesar.
* tambahkan air ke dandang, kemudian kukus lagi ketan selama 30 menit. Jangan lupa kukus juga ¼ kelapa parut yang tersisa untuk teman makan nasi ketan.
* setelah ketan masak, angkat dan buat bulatan sebesar kepalan tangan, lalu gulingkan ke kelapa parut yang sudah dikasih garam.

Daaaan.... sego sak kepel pun siap dihidangkan.

Tips: untuk membentuk bulatan itu, sebaiknya saat ketan masih panas agar lebih mudah menempel. Caranya : bungkus tangan kita dengan serbet, lalu masukkan ke plastik. Baru deh membuat nasi kepel. Tanganpun gak bakal kepanasan.

10 komentar:

  1. aku aneh nih mbak orangnya, gak suka ketan, bacang, lemper dan sejenisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak aneh kok mbaak, mbak Lidya istimewa :D

      Hapus
  2. wah kesukaan ku iniiii sama bakwan dan sambel kacang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak ya Mak, pake bakwan dan sambel kacang? Cobain ah.....

      Hapus
  3. Kebayang mbak ... dirimu membuat bekal seribet ini dengan penuh cinta lalu suami membawanya ke kantor .... duuuuuh hati saya ikut bahagia membayangkannya mbak ... ini sebuah bentuk kemesraan ^__^

    Btw mirip juga dengan makanan sini, namanya songkolo' tapi kelapanya disangrai dengan bumbu (saya gak begitu paham bumbunya hehehe) lalu ditaburi di atasnya. Ketannya digepengkan saja, tidak dibulat2i.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah wah wah... ini semacam pujian berikutnya niih...
      Sebenarnya enggak terlalu ribet karena bisa dikerjakan sambil ngapain-ngapain.
      Oh iya, di sini juga ada yang menyajikan dengan kelapa sangrai/ serundeng. Ini mah lebih ke kebiasaan keluarga aja, disajikan dengan kelapa parut.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. Hhhmmmmm, yummi, ini kesukaan kita juga, tapi kita beli ajalah, seplastik isi 5 harganya 2400... dan hihihihihi, sama mbak, kalo aku, suami makannya nambah itu berarti pujian buatku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... berarti suami kita hampir sama kira-kira ya.... sedikit berkata-kata..

      Hapus
    2. Sepertinya mengimbangi istrinya yang sudah terlalu banyak berkata-kata, hihihihih

      Hapus